Kolaborasi Bersama Badan Penghubung Riau, IPR-Yogyakarta Gelar Seminar Ekonomi dan Karir

Yogjakarta – Ikatan Pelajar Riau – Yogyakarta selenggarakan Seminar Ekonomi dan Karir. Acara ini merita kan kolaborasi antara Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta bersama Badan Penghubung Riau Jakarta yang dilaksanakan sejak Pukul 09.00 – 13.00 WIB, Senin (14/10/2020) di Hotel Harper Malioboro, Yogyakarta.

Tema yang di ambil adalah “Siapkah SDM Riau di Jogja Membangun Negeri Lancang Kuning?” tema ini diangkat sebagai upaya kami untuk memberikan kesempatan kepada teman-teman untuk belajar dan mengambil peran dalam mempersiapkan diri untuk membangun Provinsi Riau dimasa yang akan datang, ujar Najib selalu Ketua Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta dalam mengawali sambutannya.

Saat ini, kebutuhan soft skill sangat diperlukan. Banyak lulusan Perguruan Tinggi yang kebingunan dalam mencari pekerjaan karena tidak adanya Soft skill tadi. Oleh karena itu, Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta yang didukung oleh Badan Penghubung Riau Jakarta menyelenggarakan Kegiatan ini.

Lebih lanjut najib mengucapkan terima kasih kepada para Narasumber yang telah berkenan hadir dalam kegiatan ini, juga para Peserta dari perwakilan komisariat/lembaga.  Tentunya Pengurus IPR-Y juga memohon maaf karena jumlah Peserta terbatas mengingat situasi pandemi seperti ini.

Untuk diketahui bersama, Narasumber pada Seminar kali ada Dr. Aprinus Salam, M.Hum, beliau merupakan Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM, Putra Riau yang hijrah ke Yogyakarta setelah menamatkan Sekolah Dasar. Kedua, Ustadz Ranzi Al Indragiri merupakan Putra Riau kelahiran Rengat, Indragiri Hulu dan kini menjadi seorang Pendakwah yang sudah melalang Buana. Serta Narasumber Ketiga Prov. Among Kurnia Ebo, beliau merupakan seorang Entrepreneur, Traveler dan Writer yang pernah kuliah di UGM dan IAIN. Ketiga narasumber ini akan mengulas bagaimana Peran kita untuk membangun Riau yang ditinjau dari berbagai aspek, Ujar Najib seraya menutup Sambutannya. 

Sementara itu Kepala Badan Penghubung Riau Jakarta yang diwakili oleh Kasubbid Hubungan Antar Lembaga Decy, S.STP, M.Si  dalam sambutannya mengatakan Syukur Alhamdulillah, ditengah situasi pandemi ini Badan Penghubung Riau – Jakarta bersama adik-adik Ikatan Pelajar Riau – Yogyakarta dapat menyelenggarakan kegiatan seminar meskipun dengan Peserta yang terbatas

Badan Penghubung Riau Jakarta, seyogyanya hanya bertugas diwilayah JABODETABEK, akan tetapi kami dari bidang hubungan antar lembaga merasa sangat penting kami untuk merangkul seluruh adik-adik mahasiswa di Pulau Jawa.

Kak Decy panggilan akrab dari teman-teman Mahasiswa ini juga bercerita, “Beberapa minggu lalu setelah bertemu dengan beberapa perwakilan adik-adik di Jogja, kami juga menuju ke kota Solo untuk berjumpa dengan adik-adik mahasiswa Riau disana”.

InsyaAllah, sebagai badan penghubung kami berupaya untuk membantu adik-adik mahasiswa maupun masyarakat riau secara umum yang berada dipulau jawa agar aspirasi, ataupun keluhan-keluhan kita sampaikan ke Pak Gubernur. Karena bagaimanapun, Kita semua adalah bagian dari Warga atau Masyarakat Riau meskipun tidak berada di Riau.

Sebelum memasuki sesi penyampaian materi, kegiatan ini memberikan hiburan bagi peserta melalui penampilan Stand Up Comedy oleh Syaidil Afwan, seorang Mahasiswa yang berasal dari Kepulauan Meranti. Ia berhasil membuat suasana kian mengasyikkan dengan kisah nyata yang dialaminya saat hendak ke Yogyakarta.

Narasumber pertama dalam Seminar Ekonomi dan Karir ini ialah Dr. Aprinus Salam, M.hum. Beliau membuka materi dengan memberikan pernyataan bahwa “Sistem ekonomi di Riau, dan di Indonesia, dan sejumlah negara di dunia, memasuki sistem ekonomi kapitalisme finansial, setelah era kapitalisme domino. Negara kuat modal tidak lagi membangun ruang produksi (material) di negaranya sendiri, tetapi ruang-ruang produksi dibangun di mana saja, di berbagai pelosok, yang penting uangnya masuk ke pemiliki modal.” 

Pada masa pandemi ini, kapitalisme dengan cepat beradaptasi, dengan melakukan komodifikasi isu-isu pandemi menjadi komoditas. Walaupun, bukan berarti tidak ada kebaiknya di dalamnya.

Dalam situasi itu, manusia cuma dianggap sebagai subjek yang bisa diberdayakan untuk produksi atau tidak. Jika tidak, akan dilatih untuk punya kemampuan sesuai dengan kebutuhan sistemnya. Subjek yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria yang spesifik, mulai dari sekedar bagian dari sistem (sebagai pelengkap), tetapi bisa juga subjek diolah maksimal untuk keperluan sistem yang lebi kompleks.

Oleh karenanya, dalam Seminar kali ini beliau mengatakan kalau saya diminta mencarikan solusi untuk SDM di riau di Jogja maka saya mengatakan berkarierlah secara mandiri dan kreatif. Cari ilmu, penetahuan, dan ketrampilan yang banyak. Dengan itu kita bisa bekerja tidak bergantung sistem dominan dan hegemonik. Sangat banyak pilihan. Pilihlah kerjaan sesuai dengan minat dan bakat. Kerjaan yang ketika kita kerja, kita merasa nyaman dan bahagia.

Kerjaan yang menjadi profesi pribadi, tidak perlu pensiun, tidak terikat jam kerja. Kita bisa menikmati kerjaan itu hingga tua. Kita justru berjalan ke arah menjadi manusia autentik. Tutup dosen Pascasarjana FIB UGM ini.

Narasumber kedua oleh Ustadz Ransi Al Indragiri, beliau mengatakan bahwa saat ini SDM yang m dibutuhkan adalah untuk kemajuan, Ia juga berpendapat bawah tanah terbaik untuk menanam sawit itu di Provinsi Riau. Akan tetapi, kita kurang mampu dalam mengelolanya. Selain itu ada 1 masalah lagi, yaitu Pendidikan itu sebagai Industri. Misalnya saja masuk SD Favorit untuk masuk SMP Favorit dan seterusnya.
Banyak orang yang belajar untuk bekerja, padahal kita belajar untuk memanusiakan manusia.

Ustad muda ini menutup materi dengan mengatakan bahwa “Orang Sukses itu bukan orang yang mencari peluang, tapi orang yang menciptakan peluang”.

Narasumber terakhir, oleh seorang Provokator yang kemudian disingkat menjadi Prov dan disematkan di awal kata nama beliau, ialah Prov. Among Kurnia Ebo, anak desa yang telah menaklukkan 6 benua di lebih 80 negara. Banyak point penting yang disampaikan beliau sebagai seorang pebisnis, diantaranya penting bagi kita untuk menjadi L-NORAK, yaitu menguasai LITERASI, memiliki banyak NASARI, lihai dan cekatan dalam ORASI, senantiasa memperbanyak RELASI, serta memperbanyak AKSI, dan yang terpenting ialah KOLABORASI.

Pebisnis yang dikenal sebagai Rektor Universitas Klatak ini juga mengatakan bahwa dalam berbisnis kita juga harus sering untuk melakukan Perjalanan baik didalam maupun luar negeri, selain itu kita juga harus sering bersedekah secara brutal.

Kegiatan seminar ini diikut lebih dari 50 orang, mengingat situasi pandemi maka jumlahnya dibatasi dan tetap sesuai dengan Protokol Kesehatan

——————————————————————————————————————–

Yogyakarta – Riau Student Association – Yogyakarta held a Career and Economics Seminar. This event announced a collaboration between the Yogyakarta Riau Student Association (IPR) and the Representative Office of Riau Province (BP3R) which was held from 09.00 – 13.00 WIB, Monday (14/10/2020) at the Harper Hotel, Malioboro, Yogyakarta.

The theme was “Are Riau Human Resources Ready in Jogja to develop a Lancang Kuning country?” we take this theme as our effort to provide opportunities for friends to learn and take a role in preparing to develop Riau Province in the future, said Najib, the chairman of IPR-Y in starting his remarks.

He said today, the need for soft skills is very much needed. Many university graduates without any soft skills are confused about finding work. Therefore, the  IPR-Y supported by the Representative Office of Riau Province in organizing this event.

Furthermore, he thank the speakers who have agreed to attend this event, as well as the participants from representatives of the commissariat / institution. Of course the IPR-Y Management also apologized for the limited number of Participants considering a pandemic situation.

A keynote speakers at the seminar were Dr. Aprinus Salam, M.Hum, the Head of Gajah Mada University( UGM) Center for Cultural Studies, from Riau, who moved to Yogyakarta after completing elementary school. Second, Ustadz Ranzi Al Indragiri from Riau, was born in Rengat, Indragiri Hulu and now a Islamic preacher who has travelled around the world. The third keynote speaker is Prov. Among Kurnia Ebo, he is an Entrepreneur, Traveler and Writer who has studied at UGM and State Islamic Institute (IAIN). The three speakers will review how our role is to develop Riau in terms of various aspects, said Najib in his closing remarks.

Meanwhile, the Head of the Representative Office of Riau Province represented by the Head of Sub-division for Inter-Institutional Relations, Decy, S.STP, M. Si in her remarks said Alhamdulillah (Thank God), in the midst of this pandemic situation,  the Representative Office of Riau Province with the IPR-Y could organize the seminar although with limited Participants.

The Representative Office of Riau Province should only work in the JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi) area, but it is very important for us from sub division of inter-institutional relations to embrace all younger students in Java.

Kak Decy, the nickname of the student friends, also said, “A few weeks ago after meeting with representatives of students in Jogja, we also headed to Solo to meet the Riau students there”.

Before presentation from the Keynote Speaker, the audiences is entertained by Syaidil Afwan,  a student More than 50 people participated in this seminar, because of pandemic situation, the participant is limited and remains in accordance with the Health Protocol.
(Aprizal)

Close Menu