Bangsa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan letak negara yang sangat strategis, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam jumlah yang sangat besar. Hal tersebut menjadikan Indonesia menjadi negara yang menarik untuk para investor dan pelaku usaha untuk menanamkan modalnya. Demikian halnya dengan Riau yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan lokasi yang sangat strategis, namun belum didukung dengan kualitas sumber daya manusia.

Riau meupakan salah satu Provinsi di Indonesia memiliki luas wilayah 107.932Km² (84.461 Km² wilayah daratan) yang terdiri dari 10 kabupaten dan 2 kota administrasi dengan jumlah penduduk kurang lebih 6,4 juta jiwa. Riau berada dilokasi yang sangat strategis, yaitu berdekatan dengan Malaysia, Selat Malaka dan Singapura. Dimana singapura merupakan salah satu kota dagang dan pelabuhan tesibuk di dunia. Riau juga di dukung oleh baiknya konektifitas berupa 3 pelabuhan yang berada di Dumai (sebagian gerbang utara), Tanjung Buton (sebagai gerbang tengah) dan Kuala Enok (sebagai gerbang (selatan) serta memiliki 2 bandar udara yang berada di Pekanbaru untuk penerbangan regular dan di Dumai untuk penerbangan Non Reguler.

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 1999 tentang pemrintah daerah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah dapat membentuk lembaga perwakilan pemerintah daerah di Jakarta sesuai dengan kondisi yang ada seperti perangkat daerah lainnya, dalam rangka menyelenggarakan pemerintah dan administrasi umum. Bagi pemerintah  Provinsi Riau, hal ini telah ditindak lanjuti dengan mengeluarkan Peraturan Daerah nomor 33 tahun 2001 tentang pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Riau. Dengan dasar tersebut kantor perwakilan di pimpin oleh esselon III.

Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta sebagai salah satu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Provinsi Riau sebenernya memiliki lokasi yang sangat strategis untuk melakukan penyampaian informasi, fasilitasi, kordinasi serta diplomasi menganai kepentingan pembangunan Riau, yaitu berada di ibu kota negara.

Saat ini hal tersebut telah dirubah menjadi Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2008 tentang Organisasi, dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perancangan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Riau. Maka esselonisasi berubah dari esselon III menjadi esselon II. Dan di tahun 2016 akhir Seluruh OPD Badan Penghubung di Indonesia berubah dari esselon II menjadi esselon III atas kebijakan Presiden Republik Indonesia.

Selanjutnya sesuai dengan kebutuhan Tugas Pokok dan Fungsi badan Penghubung Provinsi Riau disempurnakan lagi dengan peraturan Gubernur nomor 27 tahun 2019, tentang uraian tugas Badan Penghubung Provinsi Riau. Dan pada tanggal 19 Desember 2012 diterbitkan Peraturan Gubernur Riau nomor 68 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksanaan Teknis Badan Penghubung Provinsi Riau. Peraturan tersebut yang membentuk Anjungan Riau di Taman Mini Indonesia Indah menjadi UPT.

Badan Penghubung Provinsi Riau Jakarta seharusnya mampu menjadi etalase dan pintu gerbang Provinsi Riau. Dimana segala data informasi dan urusan non teknis dari kabupaten/kota beserta Provinsi mampu disajikan dan difasilitasi serta dikordinasikan oleh Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta. Dimana anjungan Riau TMII sebagai salah satu UPT dibawah naungan Badan Penghubung Provinsi Riau Jakarta mampu menjadi show windows dunia untuk kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau.


Indonesia has tremendous potential with its strategic location and an abundance of natural and human resources that makes Indonesia as a country which capables to attract investors and business people.

One of areas in Indonesia that has great potential is Riau Province. This province has a large area of ​​107,932 km² (84,461 km² of land area) consisting of 10 districts and 2 administrative cities with a population of around 6.4 million souls. Meanwhile, Riau is also a quite strategic area because it borders on Malacca Strait, Malaysia and Singapore. Moreover, Singapore is also known as one of the busiest trading city and port in the world. Then, Riau is also supported by the fine connectivity of three ports, they are Dumai Port as the south  gate,

Tanjung Buton Harbor as the middle gate, and Kuala Enok Port as north gate, including two airports, the regular flights airport in Pekanbaru and non-reguler flights airport in Dumai.

In the context of following up Law No. 22 of 1999 concerning local government, the Riau provincial government has issued Regional Regulation No. 33 in 2001 concerning the formation, organizational structure and working procedures of the Representative Office of Riau Provincial Government. Based on this, the Representative Office is lead by an echelon III. 

However, at present, the existing Regional Regulation has been changed to Regional Regulation No. 8 of 2008 concerning the organization and work procedures of the inspectorate of the Regional Design Agency and the Technical Institution of Riau Province Region. Therefore, the echelon III was changed to echelon II. 

Then, at the end of 2016, all OPDs (Local Government Organisation) Representative Office in Indonesia

changed from echelon II to echelon III at the policy of the President of the Republic of Indonesia.

Furthermore, based on the needs, basic tasks and functions of the Representative Office of Riau Province was perfected with Governor Regulation No. 27 of 2019 about description of the tasks of the Representative Ofifice of Riau Province.

 In addition, on December 19, 2012, Riau Governor Regulation No. 68 of 2012 concerning organization and work procedures of UPT (Technical Implementation Unit ) for the Representative Office of Riau Province. 

This regulation formed the Riau Pavilion in Taman Mini Indonesia Indah to become a UPT.

Meanwhile, the Representative Office of Riau Province in Jakarta as one of the SKPDs (Regional Work Unit) Riau Province should be able to be used as a front office and the gateway for Riau Province. 

Thus, all information and non technical affairs from regencies / cities and provinces can be presented, facilitated, and well coordinated. Then, the Riau  Pavilion TMII platform as a UPT under the auspices of  Representative Office of Riau Province in Jakarta, is also expected to reflect Riau in the worldwide view. (Aprizal)

 

Close Menu